Terpaut

Bila ku tak mampu menang,
kaulah pintu belakang.

Rasa itu tak pernah lekang,
jauh di benak kau senantiasa membayang.

Di sudut hatiku kau pemilik ruang, menemaniku menyerang pun menggelandang,
kala ombak menerjang,
pun saat ku riang melanglang.

Apakah boleh kau kupanggil: sayang?

Hanya pada sang kacang.

Inspired by: Tak bisa lepas dari kacang, kacang teman untuk apa saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s