Kelam

Apalah arti menang atau kalah,
Apalah arti sengit,
Apalah arti sibuk,
Bila waktu sudah tak ada,
Semua itu tak berarti.

Waktu berlalu seperti angin,
Masa kecil yang kunikmati,
Masa remaja penuh tantangan,
Masa-masa indah dan,
Tentu tak lepas dari ketaksempurnaan,

Tapi apalah arti itu semua,
Bila mereka telah pergi,
Waktuku telah lewat,
Tanpa ku bisa memberi yang berarti,
Walau hal simpel dan basic seperti,
Waktu dan cinta,
Menikmati kebersamaan dengan kasih sayang.

Ampuni aku, Dad,
Ampuni aku, Tuhan.

Mendung Memancing Emosi & Imaji, Dll LOL

​Mengapa di langit mendung tak bosan mengapung,
dan hujan terus bertahan,
memaksa lamunanku terbang melambung,
emosi dan imajiku bertaut-tautan,
tak mampu diri ini membendung,
riak-riak angan yang merusak tatanan.

Kepada siapakah ku harus bertanya
apakah kepada lidah ku yang tak henti bergoyang,
mungkinkah kepada Bu Endang yang doyan rendang,
atau kepada Pak Bambang penggemar nasi tumpang.

Ada apa dengan Bu Endang dan Pak Bambang?

Bu Endang dan Pak Bambang suka berdendang,
sambil meliuk bergoyang,
tak perlu keluar banyak uang,
yang penting hati tetap senang.

Note: Thanks to tinayap.wordpress.com for the idea of ‘Ada apa dengan Bu Endang dan Pak Bambang’ Hahaha LOL. 

Ode to Se’i (Sarapan Se’i)

​Yuk sarapan pagi,
dengan yang bergizi,
bekal awali hari.

Yuk sarapan se’i,
benar-benar berenergi,
agar hari kita maksi.

C’mon, c’mon, o yeah…

Se’i dengan havermut,
agar perut tidak gendut,
siapa takut.

Yeay, yeay, huh hah, huh hah…

Comotkan se’i ke sambal lu’at,
asam gurih pedasnya pas menyengat,
sungguh paduan yang tepat.

Ow, ow, ow…

Reff:
Untuk badan yang kuat,
Yuk kita satukan tekat,
untuk hari yang hebat…

–oOo–